Video Profile Sekolah Galuh Handayani

Pendidikan inklusif di Sekolah Galuh Handayani  Surabaya adalah pendidikan yang menyertakan semua anak secara bersama-sama dalam suatu iklim dan proses pembelajaran dengan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan individu peserta didik tanpa membeda-bedakan kondisi sosial, ekonomi, keluarga, bahasa, jenis kelamin, dan perbedaan kondisi fisik ataupun mental. Mereka akan mampu membentuk sebuah kelompok masyarakat yang saling menghargai satu sama lainnya.

Program minat dan bakat melalui ekstrakurikuler bertujuan mengembangkan minat, bakat, kepribadian, kemampuan, serta potensi yang dimiliki para siswa. Sehingga dapat terbentuk siswa-siswi yang kreatif, inovatif, terampil, dan berprestasi.

SEJARAH PENDIRI YAYASAN

1995. Berdirinya sekolah inklusi pertama di Surabaya


Tahun 1995 Sri Sedyaningrum merintis sekolah inklusi swasta pertama di Surabaya

yang dikenal dengan Sekolah Galuh Handayani. Bermula dengan hanya sembilan murid, di rumah kontrakan, sekolah untuk anak berkebutuhan khusus ini berkembang dari TK, SD, SMP, SMA, hingga college setara D2. Didukung sekitar 50 guru, 10 terapis, dan 10 karyawan, Sri Sedyaningrum konsisten melayani ratusan anak didiknya.

Motivasi Mendirikan Sekolah Inklusi

Education for all.


Tahun 1990 PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) menekankan konsep yang sangat penting, yakni education for all..

Sebanyak 77 menteri pendidikan di seluruh dunia menandatangani pernyataan bersama tentang inclusive education. Intinya, semua manusia di dunia ini berhak memperoleh pendidikan yang layak. Tidak boleh ada diskriminasi, tidak boleh ada yang ditolak karena alasan IQ, fisik, keterbelakangan mental, slow learner, dan sebagainya. Inilah yang mendorong Ibu Sri Sedyaningrum mendirikan sekolah inklusi swasta. Karena itu, kami menerima semua anak dengan segala kelebihan, potensi, dan kekurangannya.

Murid Juga ikut Ujian Nasional

Ujian Nasional


Apakah murid sekolah Galuh Handayani dapat mengikuti Ujian Nasioanl?

Tentu saja melihat dari kompetensi anak. Kalau memang berkompeten untuk ikut ujian nasional maka bisa ikut ujian yg diselenggarakan pemerintah, sementara yang tidak berkompeten, ikut ujian akhir sekolah dan kelulusan ditentukan oleh pihak sekolah. Alhamdulillah, persentase kelulusan anak-anak kami di ujian nasional 60-70 persen.

Kurikulum

yang ramah dan menyesuaikan kebutuhan anak

Duplikasi

Kurikulum sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi diberlakukan sama kepada semua anak, regular atau Anak Berkebutuhan Khusus

Modifikasi

Kurikulum sesuai dengan Standard Kompetensi Kelulusan dan Standard Isi dimodifikasi menyesuaikan kebutuhan Anak Berkebutuhan Khusus


Substitusi

Kurikulum sesuai dengan Standard Kompetensi Kelulusan dan Standard Isi diganti dengan yang lain menyesuaikan kebutuhan Anak Berkebutuhan Khusus

Omisi

Kurikulum sesuai dengan Standard Kompetensi Kelulusan dan Standard Isi dihilangkan karena Anak Berkebutuhan Khusus memiliki ketunaan yang tidak mungkin mencapai kompetensi.

Sekolah memiliki model Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dikembangkan oleh masing-masing sekolah dengan mempertimbangkan ciri khas dan keunggulan masing-masing sekolah. Kurikulum terdiri dari 2 dokumen kurikulum, yaitu dokumen I yang isinya meliputi: pendahuluan yang berisi latar belakang, tujuan (tujuan pendidikan, visi, misi dan tujuan sekolah), struktur dan muatan kurikulum dan kalender pendidikan. Sedangkan dokumen II berisi silabus dan RPP. Pengembangan kurikulum bagi sekolah mengacu pada standar kompetensi lulusan (SKL) dan isi (standar kompetensi dan kompetensi dasar) yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 22 tahun 2006 tentang standar isi, sementara bagi sekolah dengan beragam latar belakang siswa, khususnya beragam kemampuan ajar, dirancang dengan empat model yaitu: model duplikasi, modifikasi, substitusi, dan omisi.

PPDB